Pangan/Energi

Transisi Energi Global dan Ketahanan Pangan: Dilema Indonesia di Tengah Persaingan Kekuatan Besar

30 September 2026 Indonesia, global 12 views
Transisi Energi Global dan Ketahanan Pangan: Dilema Indonesia di Tengah Persaingan Kekuatan Besar
Percepatan transisi energi global menuju net zero emission pada 2050 mendorong negara-negara maju untuk mengurangi impor bahan bakar fosil. Indonesia, sebagai salah satu eksportir terbesar batu bara dan minyak sawit, menghadapi tekanan untuk mengubah model ekonominya. Di sisi lain, persaingan antara Tiongkok dan AS dalam penguasaan teknologi baterai dan kendaraan listrik menciptakan peluang bagi Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar. Pemerintah Indonesia telah melarang ekspor bijih nikel mentah dan membangun hilirisasi, namun kebijakan ini menuai protes dari Uni Eropa di WTO. Sementara itu, konversi lahan untuk perkebunan sawit dan energi terbarukan seperti biodiesel bersinggungan dengan isu ketahanan pangan. Data Badan Pangan Nasional menunjukkan bahwa produksi pangan domestik masih rentan terhadap perubahan iklim dan fluktuasi harga global. Dalam konteks geopolitik, Indonesia harus mengelola keseimbangan antara kepentingan ekonomi jangka pendek dan komitmen iklim jangka panjang, serta menjalin kemitraan yang tidak membuatnya bergantung pada satu negara tertentu.

Entitas yang disebut

Organisasi: Pemerintah Indonesia, Badan Pangan Nasional, Uni Eropa, WTO

Lokasi: Indonesia, Tiongkok, AS