Teknologi

Rivalitas Infrastruktur Digital AS-China di Asia Tenggara: Ujian bagi Kedaulatan Data Indonesia

26 September 2026 Asia Tenggara 17 views
Rivalitas Infrastruktur Digital AS-China di Asia Tenggara: Ujian bagi Kedaulatan Data Indonesia
Persaingan strategis antara Amerika Serikat dan China semakin bergeser ke domain digital, dengan fokus pada penguasaan infrastruktur kritis seperti kabel serat optik bawah laut, pusat data, dan standar teknologi 5G/6G di Asia Tenggara. Konteks global ditandai oleh fragmentasi internet dan tekno-nationalism, di mana keamanan data dipolitisasi. Dinamika aktor menunjukkan China menawarkan paket teknologi terintegrasi yang terjangkau melalui inisiatif seperti Digital Silk Road, sementara AS dan sekutunya seperti Jepang menekankan framework keamanan dan transparansi melalui iniciatives seperti Clean Network. Bagi Indonesia, sebagai pasar digital terbesar di ASEAN, keputusan mengenai pemilihan vendor dan lokasi infrastruktur memiliki implikasi geopolitik yang mendalam. Kerja sama dengan China menawarkan akselerasi transformasi digital, tetapi membawa kekhawatiran terkait keamanan data dan ketergantungan. Alternatif AS/Western mungkin lebih mahal dan lambat. Implikasi jangka pendek adalah tekanan diplomatik dari kedua belah pihak. Jangka panjang, Indonesia perlu segera merumuskan dan menerapkan regulasi kedaulatan data yang ketat, membangun infrastruktur data nasional yang terlindungi (data center dalam negeri), dan mengembangkan kapabilitas teknologi domestik untuk mengurangi kerentanan strategis di tengah perang teknologi yang mendefinisikan ulang keseimbangan kekuatan abad ke-21.

Entitas yang disebut

Organisasi: ASEAN, Digital Silk Road, Clean Network

Lokasi: Amerika Serikat, China, Asia Tenggara, Indonesia, Jepang