Perspektif Global & Regional

Rivalitas AS-China di Indo-Pasifik: Peran Indonesia sebagai Poros Maritim dan Tantangan Netralitas

16 Agustus 2026 Indo-Pasifik, Indonesia 11 views
Rivalitas AS-China di Indo-Pasifik: Peran Indonesia sebagai Poros Maritim dan Tantangan Netralitas
Pada Oktober 2025, AS mengumumkan peningkatan kehadiran militer di pangkalan Darwin (Australia) dan Singapura, sementara China memperkuat pangkalan militer di Kepulauan Spratly. Indonesia, yang mengusung visi Poros Maritim Dunia, berada di posisi strategis namun sulit. Pemerintah Jokowi (dan setelahnya) berupaya menjaga hubungan baik dengan kedua negara melalui diplomasi bebas aktif. Namun, tekanan untuk memihak semakin besar, terutama dalam isu hak navigasi dan investasi infrastruktur. Analisis ini menunjukkan bahwa Indonesia harus memperkuat kapasitas pertahanan maritim (kapal, satelit, dan radar) agar tidak menjadi medan pertempuran proxy. Implikasi jangka pendek adalah meningkatnya risiko pelanggaran wilayah dan ketidakstabilan ekonomi, sementara jangka panjang Indonesia perlu membangun aliansi dengan negara middle power seperti Jepang dan India untuk menjaga keseimbangan. Artikel ini merekomendasikan strategi hedging yang terukur.

Entitas yang disebut

Orang: Jokowi

Organisasi: AS, China, Indonesia, Jepang, India

Lokasi: Darwin, Australia, Singapura, Kepulauan Spratly