Teknologi
Revolusi Drone dan Perubahan Paradigma Pertahanan di Ukraina: Pelajaran untuk Sistem Keamanan Indonesia
Konflik Ukraina telah menunjukkan bagaimana drone murah dan teknologi commercial-off-the-shelf dapat mengubah kalkulus kekuatan militer tradisional. Penggunaan massal drone oleh kedua belah pihak, mulai dari drone pengintai taktis hingga drone kamikaze yang diluncurkan dari ponsel, telah menciptakan battlefield transparency yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menurunkan efektivitas sistem persenjataan mahal. Perkembangan ini memiliki implikasi mendalam bagi doktrin pertahanan Indonesia yang menghadapi tantangan keamanan di wilayah maritim yang luas dengan anggaran terbatas. Konsep Minimum Essential Force (MEF) perlu dievaluasi ulang untuk mengakomodasi pergeseran dari platform besar dan mahal (seperti kapal perang dan pesawat tempur) ke sistem otonom, terdistribusi, dan relatif murah. Revolusi drone juga mengubah persamaan cost-imposition dalam skenario konflik maritim, di mana armada drone dapat digunakan untuk melakukan denial area terhadap kekuatan laut yang superior. Bagi Indonesia, adopsi dan pengembangan kemampuan drone tidak hanya soal akuisisi teknologi, tetapi juga pembangunan ekosistem industri pertahanan domestik yang dapat mengurangi ketergantungan pada pemasok luar negeri. Analisis ini menunjukkan bahwa pertahanan masa depan akan semakin ditentukan oleh keunggulan dalam integrasi sistem, kecerdasan buatan, dan kemampuan produksi massal, bukan hanya oleh jumlah platform konvensional.
Entitas yang disebut
Lokasi: Ukraina, Indonesia