Pangan/Energi

Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan Global: Risiko El Nino 2026 terhadap Produksi Padi Indonesia

07 Oktober 2026 Indonesia, Asia Tenggara 5 views
Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan Global: Risiko El Nino 2026 terhadap Produksi Padi Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan bahwa fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada semester kedua 2026 akan menyebabkan defisit curah hujan 30-50% di sentra padi Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 31,6 juta ton, namun proyeksi 2026 turun menjadi 29,8 juta ton karena cuaca ekstrem. Indonesia sudah mengimpor 2,5 juta ton beras dari Vietnam dan Thailand pada Maret 2026 untuk menjaga stok. Dalam konteks geopolitik, fluktuasi produksi pangan membuat Indonesia rentan terhadap tekanan negara pemasok. Vietnam, yang juga mengandalkan iklim stabil, mungkin membatasi ekspor jika krisis melanda kawasan. Hal ini memicu perlunya investasi dalam irigasi modern dan benih tahan kering, serta kerja sama teknologi pangan dengan negara seperti Jepang dan Korea Selatan. Implikasi jangka pendek adalah potensi kenaikan harga beras di dalam negeri dan tekanan pada anggaran subsidi pangan. Jangka panjang, Indonesia harus memperkuat 'food estate' di Kalimantan Tengah dan Papua, meskipun proyek tersebut menuai kritik lingkungan. Keamanan pangan juga menjadi isu strategis yang terkait dengan stabilitas politik, karena sejarah menunjukkan bahwa lonjakan harga pangan dapat memicu kerusuhan sosial.

Entitas yang disebut

Organisasi: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Kementerian Pertanian

Lokasi: Indonesia, Jawa, Sumatera, Sulawesi, Vietnam, Thailand, Kalimantan Tengah, Papua, Jepang, Korea Selatan