Sains
Perkembangan Teknologi Drone dan AI dalam Perang Modern: Implikasi bagi Doktrin Pertahanan Indonesia
Pada April 2026, berbagai negara termasuk AS, China, dan Turki semakin mengintegrasikan drone otonom berbasis AI dalam operasi militer. Penggunaan drone dalam konflik Ukraina dan Gaza menunjukkan efektivitasnya dalam pengintaian dan serangan presisi. Indonesia, yang memiliki industri drone lokal (seperti PT Dirgantara Indonesia), mulai mengembangkan drone taktis dengan kemampuan AI. Namun, anggaran pertahanan yang terbatas dan keterbatasan sumber daya manusia menjadi kendala. Secara strategis, adopsi teknologi ini dapat mengubah postur pertahanan Indonesia dari yang bersifat teritorial menjadi lebih responsif dan proyektif. Implikasi jangka pendek adalah perlunya revisi doktrin pertahanan untuk memasukkan perang asimetris, sementara jangka panjang Indonesia harus berinvestasi dalam riset AI dan keamanan siber untuk mencegah serangan balik. Dinamika ini juga membuka peluang kerja sama dengan Korea Selatan dan Australia yang sudah maju di bidang ini.
Entitas yang disebut
Organisasi: PT Dirgantara Indonesia
Lokasi: AS, China, Turki, Ukraina, Gaza, Indonesia, Korea Selatan, Australia