Sains
Perkembangan Cyber Warfare di Asia Tenggara: Serangan Ransomware terhadap Sistem Pertahanan Indonesia
Pada Januari 2026, sistem logistik TNI Angkatan Darat mengalami serangan ransomware besar yang diduga berasal dari kelompok hacker yang terkait dengan aktor negara tertentu. Serangan ini melumpuhkan data pengadaan alutsista selama 72 jam, memicu kekhawatiran tentang kerentanan infrastruktur digital pertahanan Indonesia. Pemerintah merespons dengan membentuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) khusus untuk pertahanan dan meningkatkan kerja sama dengan ASEAN CERT. Analis mengingatkan bahwa ancaman siber kini menjadi medan perang baru yang setara dengan konvensional. Implikasi geopolitiknya adalah perlunya Indonesia mempercepat pengembangan kapabilitas siber ofensif dan defensif, serta memperkuat kemitraan dengan negara-negara seperti AS dan Australia dalam berbagi intelijen siber.
Entitas yang disebut
Organisasi: TNI Angkatan Darat, Badan Siber dan Sandi Negara, ASEAN CERT
Lokasi: Asia Tenggara, Indonesia, AS, Australia