Geo-Ekonomi
Perang Dagang AS-China Fase Baru: Dampak Pemutusan Rantai Pasok Semikonduktor terhadap Industri Manufaktur Indonesia
Pada Maret 2026, Amerika Serikat mengumumkan pembatasan ekspor peralatan pembuatan chip ke China yang lebih ketat, memicu kekhawatiran global akan fragmentasi rantai pasok semikonduktor. Indonesia, yang tengah membangun ekosistem manufaktur elektronik melalui investasi asing dari Jepang dan Korea Selatan, terkena dampak tidak langsung. Menurut data Kementerian Perindustrian, impor komponen semikonduktor Indonesia turun 12% pada kuartal pertama 2026, menghambat produksi peralatan telekomunikasi dan kendaraan listrik. Para pengamat ekonomi politik menilai bahwa Indonesia perlu mempercepat hilirisasi industri semikonduktor dalam negeri dan memperkuat kemitraan dengan negara-negara seperti Taiwan dan Singapura. Dalam jangka pendek, Indonesia menghadapi inflasi elektronik dan perlambatan industri 4.0; jangka panjang memunculkan urgensi untuk membangun kemandirian teknologi dan mengurangi ketergantungan pada satu sumber pasokan. Pemerintah Indonesia telah membentuk Satgas Ketahanan Semikonduktor untuk memetakan rantai pasok domestik dan mendorong riset di universitas.
Entitas yang disebut
Organisasi: Kementerian Perindustrian, Satgas Ketahanan Semikonduktor
Lokasi: Amerika Serikat, China, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura