Geo-Ekonomi
Perang Dagang AS-China dan Dampaknya terhadap Ekspor Indonesia ke Kedua Negara
Eskalasi tarif antara Amerika Serikat dan China pada awal 2026 memicu penurunan permintaan global, termasuk terhadap komoditas unggulan Indonesia seperti minyak sawit, batu bara, dan nikel. Analisis Kementerian Perdagangan menunjukkan ekspor Indonesia ke AS turun 12% pada semester pertama 2026, sementara ke China turun 8% akibat perlambatan industrinya. Namun, kebijakan hilirisasi yang digencarkan sejak era Jokowi mulai membuahkan hasil diversifikasi pasar, terutama ke India dan negara-negara non-tradisional di Afrika. Di tengah fragmentasi rantai pasok global, Indonesia justru mendapatkan insentif investasi pabrik baterai kendaraan listrik dari perusahaan China yang ingin menghindari tarif AS. Implikasi geopolitiknya adalah Indonesia harus menjaga keseimbangan hubungan dagang dengan kedua raksasa, tanpa terlihat memihak. Jangka pendek, pemerintah mengandalkan stimulus fiskal untuk menopang UMKM, sementara jangka panjang diperlukan percepatan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa dan negara-negara Indo-Pasifik lainnya.
Entitas yang disebut
Orang: Jokowi
Organisasi: Kementerian Perdagangan, Uni Eropa
Lokasi: Amerika Serikat, China, Indonesia, India, Afrika, Indo-Pasifik