Geo-Ekonomi
Perang Dagang AS-China 2026: Dampak Terhadap Rantai Pasok Elektronik Indonesia
Kebijakan tarif baru AS terhadap barang elektronik dari China efektif 1 Juli 2026 menaikn tarif hingga 25% untuk komponen semikonduktor. Sebagai repon, China menurunkan ekspor bahan baku logam tanah jarang yang digunkan dalam produksi semikonduktor. Indonesia, yang mengimpor 60% komponen elektronik dari China dan mengekspor produk akhir ke AS, terdeak antara dua tekanan. Kementerian Perindustrian mencatat penurunan investasi di sektor elektronik sebesar 15% pada kuartal II 2026. Global, rantai pasok mengalami fragmentasi dengan munculnya 'China+1' strategy yang mendorong relokasi ke Vietnam dan India. Bagi Indonesia, situasi ini menjadi momentum untuk memperkuat hilirisasi nikel dan membangun ekosistem baterai kendaraan listrik guna mengurangi ketergantungan pada komponen China. Implikasi jangka pendek: defisit neraca perdagangan melebar. Jangka panjang: potensi menjadi hub manufaktur alternatif jika reformasi kebijakan investasi dipercepat.
Entitas yang disebut
Organisasi: Kementerian Perindustrian
Lokasi: AS, China, Indonesia, Vietnam, India