Kebijakan Pertahanan
Modernisasi TNI AL dan Kemitraan Strategis dengan Jepang: Dari Fregat Kelas Mogami hingga Transfer Teknologi
Kementerian Pertahanan RI dan Kementerian Pertahanan Jepang mengumumkan kesepakatan pada 28 Agustus 2026 untuk pengadaan dua fregat kelas Mogami yang akan diproduksi bersama di galangan kapal PT PAL Indonesia. Kesepakatan ini merupakan bagian dari kemitraan strategis yang diteken sejak 2024, dengan nilai kontrak mencapai 1,2 miliar dolar AS. Fregat Mogami (30FFM) adalah frigat siluman tercanggih Jepang, yang akan dilengkapi sistem pertahanan rudal dan kemampuan anti-kapal selam. Bagi Indonesia, kesepakatan ini menjawab kebutuhan mendesak penggantian kapal perang era 1980-an di tengah ketegangan Laut Natuna. Dari sisi geoekonomi, transfer teknologi mencakup radar, propulsi, dan sistem tempur, yang diharapkan mendorong industri pertahanan nasional. Namun, kesepakatan juga memicu kekhawatiran China. Beijing mengkritik Jepang karena memperkuat mitra keamanan di kawasan Asia Tenggara. Dalam kerangka AUKUS dan QUAD, Jepang menunjukkan perannya sebagai jembatan antara AS dan sekutu di kawasan. Bagi Indonesia, hubungan dengan Jepang memberikan alternatif terhadap dominasi AS dan China, namun juga memerlukan kebijakan yang hati-hati agar tidak menimbulkan persepsi keberpihakan. Jangka pendek, modernisasi TNI AL akan meningkatkan patroli di perairan strategis; jangka panjang, Indonesia berpotensi memiliki kemampuan membangun kapal perang modern secara mandiri.
Entitas yang disebut
Organisasi: Kementerian Pertahanan RI, Kementerian Pertahanan Jepang, PT PAL Indonesia, TNI AL, AUKUS, QUAD
Lokasi: Indonesia, Jepang, Laut Natuna, China, Asia Tenggara, Beijing, AS