Geo-Ekonomi
Konflik Israel-Palestina 2025-2026: Eskalasi Terbaru dan Pengaruhnya Terhadap Stabilitas Energi Global serta Indonesia
Eskalasi militer antara Israel dan Hizbullah pada Desember 2025 serta intervensi Iran melalui proksi di Yaman (Houthi) menutup Selat Bab el-Mandeb selama dua bulan, mengganggu 12% jalur minyak global. Harga minyak dunia naik dari $78 per barel (Oktober2025) menjadi $102 (Januari2026). Indonesia, net importir minyak, mengalai lonjakan subsidi BBM yang diperkirakan mencapai Rp 300 triliyun lebih. Pemerintah mempercepat program biodiesel B40 dan mengaktifkan kembali kilang minyak tua. Dinamika global menunjukkan OPEC+ gagal menstabilkan harga karena ketegangan geopolitik. Bagi Indonesia, keamanan energi menjadi isu sentral, mendorang pengembangan energi terbarukan dan penyimpanan strategis (SPBE). Implikasi jangkpendek: tekanan fiskal dan inflasi. Jangkapanjang: diversifikasi pemasok minyak ke Afrika Barat dan Amerika Latin serta akslerasi transisi energi
Entitas yang disebut
Organisasi: Hizbullah, Houthi, OPEC+, Pemerintah
Lokasi: Israel, Palestina, Iran, Yaman, Selat Bab el-Mandeb, Indonesia, Afrika Barat, Amerika Latin