Geo-Ekonomi
Ketegangan Selat Taiwan: Ancaman terhadap Rantai Pasok Global dan Dampak pada Stabilitas Indo-Pasifik serta Kepentingan Ekonomi Indonesia
Pada Juni 2026, militer China meningkatkan frekuensi latihan di sekitar Selat Taiwan, termasuk pengerahan kapal induk Shandong dan simulasi blokade. Taiwan merespons dengan uji coba rudal pertahanan baru. Amerika Serikat mengirim kapal perusak dan pesawat mata-mata secara rutin. Eskalasi ini mengancam jalur pelayaran perdagangan yang sangat vital bagi ekonomi Indonesia, terutama ekspor batu bara, minyak sawit, dan gas alam cair ke China dan Jepang. Selain itu, 60% perdagangan global melalui Selat Taiwan, sehingga konflik langsung akan menyebabkan disrupsi rantai pasok global yang parah. Secara regional, ASEAN berada di posisi sulit karena harus menjaga sentralitas tanpa memihak. Indonesia, sebagai negara non-blok dan anggota PBB, terus mendorong dialog antara Beijing dan Taipei. Implikasi jangka pendek adalah volatilitas harga komoditas dan biaya logistik yang meningkat, serta pengalihan investasi asing. Jangka panjang, Indonesia harus mempercepat diversifikasi rute perdagangan (poros maritim) dan membangun ketahanan pasokan energi alternatif.
Entitas yang disebut
Organisasi: ASEAN, PBB
Lokasi: Selat Taiwan, China, Taiwan, Amerika Serikat, Indonesia, Jepang, Beijing, Taipei, Indo-Pasifik