Kebijakan Pertahanan

Kerjasama Kapal Selam Indonesia-Prancis: Alih Teknologi dan Pergeseran Keseimbangan Kekuatan di Indo-Pasifik

03 Oktober 2026 Indonesia, Prancis 9 views
Kerjasama Kapal Selam Indonesia-Prancis: Alih Teknologi dan Pergeseran Keseimbangan Kekuatan di Indo-Pasifik
Pada Juni 2026, Indonesia dan Prancis menandatangani kontrak pengadaan dua kapal selam tipe Scorpene generasi terbaru yang dilengkapi sistem AIP (Air Independent Propulsion). Perjanjian ini mencakup klausul alih teknologi dan pembangunan galangan perawatan di Surabaya yang akan menjadi pusat perbaikan kapal selam di kawasan Asia Tenggara. Hal ini merupakan lompatan signifikan dalam kemandirian industri pertahanan Indonesia. Kemitraan ini tidak hanya bersifat komersial, tetapi juga memiliki dimensi geopolitik. Prancis, sebagai anggota NATO dan kekuatan Eropa, memiliki kepentingan untuk memperkuat kehadirannya di Indo-Pasifik sebagai penyeimbang dominasi China. Bagi Indonesia, kerjasama ini memberikan akses ke teknologi propulsi canggih yang sebelumnya hanya dikuasai oleh segelintir negara. Di sisi lain, langkah ini disikapi hati-hati oleh Australia yang memiliki aliansi AUKUS, mengingat potensi pergeseran keseimbangan kekuatan bawah air di Laut Timor dan Laut Banda. Dalam jangka pendek, Indonesia akan memiliki kemampuan patroli bawah air yang lebih lama tanpa perlu peremajaan di pelabuhan asing, meningkatkan daya tangkal di perairan Natuna dan Selat Malaka. Dalam jangka panjang, alih teknologi diharapkan menumbuhkan ekosistem industri pertahanan nasional yang mampu memproduksi komponen vital secara mandiri. Implikasi strategisnya adalah Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada satu sumber alutsista, memperkuat posisi sebagai poros maritim global yang tidak bergantung pada blok tertentu.

Entitas yang disebut

Organisasi: NATO, AUKUS

Lokasi: Indonesia, Prancis, Indo-Pasifik, Asia Tenggara, Laut Timor, Laut Banda, Natuna, Selat Malaka, Surabaya, Eropa