Kebijakan Pertahanan
Kebijakan Pertahanan Australia Pasca-AUKUS: Dampaknya terhadap Keseimbangan Kekuatan di Asia Tenggara
Implementasi perjanjian AUKUS, khususnya rencana Australia memperoleh kapal selam bertenaga nuklir, telah mengubah kalkulus keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Analisis dari lembaga think tank Australia menilai bahwa peningkatan kemampuan proyeksi kekuatan Angkatan Laut Australia ini, meski ditujukan untuk menjaga keseimbangan menghadapi China, menimbulkan kekhawatiran di beberapa ibukota ASEAN mengenai potensi perlombaan senjata dan 'nuklearisasi' kawasan. Dinamika aktor yang kompleks melibatkan reaksi hati-hati Indonesia dan Malaysia yang menekankan ZOPFAN (Zone of Peace, Freedom, and Neutrality), sementara Filipina dan Vietnam mungkin melihatnya sebagai penyeimbang yang diperlukan. Bagi Indonesia, kebijakan ini menguji kemitraan strategis dengan Canberra sekaligus mempertajam dilema keamanannya sendiri: bagaimana merespons peningkatan kekuatan militer tetangga tanpa terjebak dalam logika blok. Implikasi jangka pendek adalah meningkatnya intensitas dialog keamanan bilateral dan multilateral. Jangka panjang, hal ini dapat mendorong ASEAN untuk memperkuat mekanisme keamanan internalnya atau justru terfragmentasi dalam menyikapi aliansi eksternal yang semakin dalam.
Entitas yang disebut
Organisasi: AUKUS, ASEAN, Angkatan Laut Australia
Lokasi: Australia, Indo-Pasifik, China, Asia Tenggara, Canberra, Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam