Geo-Politik
Kebijakan Luar Negeri Filipina di Bawah Marcos Jr.: Pergeseran Menuju Hard Balancing terhadap Tiongkok
Pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah melakukan pergeseran kebijakan luar negeri yang signifikan dari pendekatan akomodatif pendahulunya, Rodrigo Duterte, ke arah 'hard balancing' terhadap Tiongkok di Laut China Selatan. Think Asia menganalisis bahwa langkah-langkah seperti memperkuat Visiting Forces Agreement dengan AS, mempertimbangkan akses militer tambahan untuk sekutu, dan menantang klaim Tiongkok secara lebih vokal mencerminkan kalkulasi strategis baru di Manila. Pergeseran ini memengaruhi dinamika keamanan di ASEAN, menciptakan tekanan pada negara-negara seperti Indonesia dan Vietnam untuk menentukan posisi mereka. Bagi Indonesia, strategi Filipina dapat menjadi penguji batas efektivitas diplomasi ASEAN dan Code of Conduct di Laut China Selatan. Di satu sisi, sikap tegas Manila dapat menguntungkan dengan menjaga tekanan pada Beijing; di sisi lain, eskalasi militer yang tidak terkendali berisiko menjadikan seluruh kawasan sebagai arena konflik langsung, yang sangat merugikan kepentingan maritim dan ekonomi Indonesia.
Entitas yang disebut
Orang: Ferdinand Marcos Jr, Rodrigo Duterte
Organisasi: Think Asia, ASEAN
Lokasi: Filipina, Tiongkok, Laut China Selatan, AS, Manila, Indonesia, Vietnam, Beijing