Lingkungan
Fenomena El Nino 2026: Krisis Pangan di Asia Tenggara dan Strategi Ketahanan Pangan Indonesia
Badan Meteorologi Dunia (WMO) mengonfirmasi bahwa El Nino moderat pada 2025-2026 menyebabkan kekeringan ekstrem di sebagian besar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Produksi padi nasional turun 12% dibandingkan musim sebelumnya, dan harga beras di pasar domestik melonjak hingga 20%. Pemerintah Indonesia merespons dengan mengimpor beras dari Thailand dan Vietnam, serta mempercepat program food estate di Kalimantan Tengah. Namun, kegagalan panen juga memicu kerawanan pangan di Nusa Tenggara dan Papua. Secara global, situasi ini memperkuat narasi krisis iklim dan mendorong negara-negara ASEAN untuk menginisiasi Mekanisme Ketahanan Pangan Regional. Bagi Indonesia, dampak jangka pendek adalah inflasi pangan dan tekanan pada APBN untuk subsidi. Jangka panjang, investasi pada irigasi modern, varietas padi tahan kekeringan, dan diversifikasi sumber karbohidrat menjadi prioritas. Indonesia juga mendorong kerja sama riset dengan Australia dan Jepang dalam bidang pertanian presisi.
Entitas yang disebut
Organisasi: Badan Meteorologi Dunia (WMO), Pemerintah Indonesia, ASEAN
Lokasi: Asia Tenggara, Indonesia, Thailand, Vietnam, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara, Papua, Australia, Jepang