Geo-Politik
Ekspansi Militer China di Pasifik Selatan dan Implikasi Zona Damai Indonesia
Pada Februari 2026, China menandatangani perjanjian status pasukan (SOFA) dengan Vanuatu dan memperluas pangkalan di Pulau Bougainville, Papua Nugini. Langkah ini mempertegas strategi Beijing untuk mengellingi Australia dan membentuk sabuk pengaruh hingga ke Pasifik Selatan, wilayah yang selama ini menjadi zona damai berdasarkan Perjanjian Rarotonga. Indonesia, meskipun tidak berbatasan langsung, memiliki kepentingan strategis karena stabilitas Pasifik Selatan mempengaruhi keamanan jalur laut dan wilayah Papua. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menyatakan bahwa Indonesia akan mengintensifkan kerja sama dengan Pacific Islands Forum serta mengirimkan kapal perawat untuk misi diplomasi pertahanan. Analis melihat bahwa China menggunakan strategi 'debt-trap diplomacy' diikuti dengan kehadiran militer, mirip yang dilakukan di Sri Lanka dan Djibouti. Bagi Indonesia, implikasi jangka pendek adalah perlunya perjanjian maritim dengan Papua Nugini; jangka panjang, Jakarta harus mempertimbangkan penataan pangkalan TNI AL di Sorong dan Biak untuk mengimbangi pengaruh China di Pasifik.
Entitas yang disebut
Organisasi: Pacific Islands Forum, TNI AL
Lokasi: China, Vanuatu, Pulau Bougainville, Papua Nugini, Australia, Indonesia, Sri Lanka, Djibouti, Sorong, Biak, Papua