Kebijakan Pertahanan
Dinamika Aliansi Militer di Indo-Pasifik: Dampak Latihan Gabungan Super Garuda Shield 2026 terhadap Postur Pertahanan Indonesia
Latihan gabungan Super Garuda Shield 2026 yang melibatkan Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Singapura menjadi panggung utama penguatan interoperabilitas militer di kawasan. Dengan peningkatan jumlah pasukan hingga 10.000 personel dan penggunaan alutsista canggih seperti F-35 dan kapal induk USS Ronald Reagan, latihan ini tidak hanya menguji kesiapan tempur tetapi juga mengirim sinyal strategis kepada China. Bagi Indonesia, partisipasi ini merupakan keseimbangan antara menjaga hubungan baik dengan AS dan sekutunya tanpa secara eksplisit mengambil posisi dalam rivalitas AS-China. Dalam konteks domestik, latihan ini juga mendorong modernisasi TNI, terutama dalam hal doktrin perang modern dan transfer teknologi. Implikasi jangka panjangnya adalah posisi Indonesia semakin terintegrasi dalam arsitektur keamanan Indo-Pasifik yang dipimpin AS, namun juga berpotensi meningkatkan tekanan dari China yang melihat latihan ini sebagai bentuk pengepungan. Di sisi lain, Indonesia tetap mempertahankan prinsip bebas aktif dengan mengundang pengamat dari negara-negara ASEAN lainnya, termasuk Kamboja dan Laos yang dekat dengan China. Keputusan ini menunjukkan diplomasi pertahanan Indonesia yang cermat dalam menghadapi polarisasi global.
Entitas yang disebut
Organisasi: TNI, ASEAN
Lokasi: Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Jepang, Singapura, China, Kamboja, Laos, Indo-Pasifik