Kebijakan Pertahanan
Uji Coba Rudal Balistik Korea Utara Menguji Kekuatan Aliansi Militer AS-Jepang-Korea Selatan di Pasifik
Korea Utara meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru pada 28 Juli 2026 yang mampu mencapai Guam dan Alaska, memicu respons militer bersama AS, Jepang, dan Korea Selatan di Laut Jepang. Uji coba ini terjadi di tengah kebuntuan negosiasi denuklirisasi dan memperkuat persepsi ancaman di kawasan Indo-Pasifik. Bagi Indonesia, eskalasi di Semenanjung Korea meningkatkan risiko spillover berupa gelombang pengungsi dan ketidakstabilan rantai pasok energi. Dalam jangka pendek, Indonesia harus memperkuat kerja sama intelijen dengan negara-negara ASEAN dan Australia. Jangka panjang, hal ini mendorong Indonesia untuk mengkaji ulang postur pertahanan, khususnya pengembangan sistem pertahanan rudal dan peningkatan interoperabilitas dengan mitra regional. Analisis ini menyoroti bahwa Indonesia harus memainkan peran sebagai jembatan diplomatik di kawasan, menghindari polarisasi militer yang berlebihan.
Entitas yang disebut
Organisasi: Korea Utara, AS, Jepang, Korea Selatan, ASEAN, Australia
Lokasi: Guam, Alaska, Laut Jepang, Indo-Pasifik, Indonesia, Semenanjung Korea