Geo-Politik

Strategi Pasifik Selatan Tiongkok: Investasi Infrastruktur dan Perebutan Pengaruh di Kawasan Kepulauan

20 Juni 2026 Pasifik Selatan 12 views
Strategi Pasifik Selatan Tiongkok: Investasi Infrastruktur dan Perebutan Pengaruh di Kawasan Kepulauan
Tiongkok terus memperdalam keterlibatannya di kawasan Pasifik Selatan melalui kombinasi bantuan pembangunan, pinjaman infrastruktur, dan kerja sama keamanan. Peristiwa terkini termasuk penandatanganan perjanjian keamanan dengan Kepulauan Solomon pada 2025 dan peningkatan kunjungan tingkat tinggi ke Fiji dan Kiribati. Fokus investasi mencakup pelabuhan, bandara, jaringan komunikasi, dan proyek-proyek energi – seringkali mengisi celah yang ditinggalkan oleh donor tradisional seperti Australia dan Selandia Baru. Dinamika aktor menciptakan persaingan strategis yang intens. Australia merespons dengan meningkatkan bantuan dan kehadiran diplomatik melalui kebijakan 'Step-Up'. Amerika Serikat membuka kembali kedutaan besar di Kepulauan Solomon dan meningkatkan kerja sama patroli maritim. Negara-negara kepulauan Pasifik sendiri terpecah antara kebutuhan mendesak akan pembangunan dan kekhawatiran tentang hutang dan pengaruh asing, seperti yang terlihat dalam debat internal di Papua Nugini dan Vanuatu. Implikasi geopolitik bagi Indonesia sangat langsung, mengingat provinsi Papua berbatasan langsung dengan kawasan Pasifik. Peningkatan pengaruh Tiongkok di sebelah timur Indonesia dapat mengubah dinamika keamanan regional. Kehadiran infrastruktur strategis Tiongkok yang mendekati perairan Indonesia berpotensi digunakan untuk tujuan militer atau intelijen. Indonesia perlu meningkatkan perhatian dan keterlibatan di kawasan Pasifik Selatan, tidak hanya sebagai penonton tetapi sebagai mitra pembangunan yang setara. Ini memerlukan revitalisasi kebijakan 'Poros Maritim' ke arah timur, peningkatan kerja sama pembangunan dengan negara-negara Melanesia, dan penguatan posisi dalam forum seperti Pacific Islands Forum (PIF) untuk menjaga stabilitas di halaman belakang sendiri.