Kebijakan Pertahanan
Strategi Maritim India 'SAGAR' dan Konvergensi Kepentingan dengan Indonesia di Samudra Hindia
India secara konsisten mengimplementasikan strategi maritim 'Security and Growth for All in the Region' (SAGAR), dengan fokus memperkuat kehadiran dan kemampuan di Samudra Hindia. Pada 2026, ini terwujud melalui peningkatan investasi dalam kapasitas angkatan laut, pengembangan infrastruktur pelabuhan di negara pulau seperti Mauritius dan Seychelles, serta intensifikasi latihan maritim dengan partner seperti Indonesia, Prancis, dan Australia. Latihan bilateral IND-INDO CORPAT di Laut Andaman telah berkembang cakupannya. Dinamika ini didorong oleh kekhawatiran India terhadap kehadiran China yang semakin sering di Samudra Hindia, baik untuk penelitian oseanografi maupun akses logistik. Bagi Indonesia, strategi India menciptakan konvergensi kepentingan dalam menjaga Samudra Hindia sebagai kawasan damai dan mencegah dominasi satu kekuatan asing. Implikasi jangka pendek adalah peluang untuk memperdalam kerja sama intelligence sharing, patroli gabungan, dan pembangunan kapasitas untuk mengamankan choke points seperti Selat Malaka dan Selat Sunda. Jangka panjang, kemitraan maritim dengan India dapat menjadi pilar penting dalam strategi hedging Indonesia, menawarkan counterbalance alami terhadap pengaruh ekstra-regional lain tanpa harus bergabung dengan aliansi formal. Namun, Indonesia harus hati-hati agar kerja sama ini tidak ditafsirkan sebagai bagian dari logika 'Indo-Pacific' yang dipimpin QUAD, dan tetap menjaga sifatnya yang bilateral dan berbasis kepentingan kawasan bersama.
Entitas yang disebut
Organisasi: QUAD
Lokasi: Samudra Hindia, Laut Andaman, Selat Malaka, Selat Sunda, India, Indonesia, Prancis, Australia, China, Mauritius, Seychelles, Indo-Pacific