Kebijakan Pertahanan
Strategi Indonesia dalam Diplomasi Maritim: Menegaskan Kepemimpinan di ASEAN dan Melawan Illegal Fishing di Laut Natuna
Dalam tahun terakhir, Indonesia secara aktif memperkuat diplomasi maritim melalui forum ASEAN dan global untuk menegaskan kepemimpinan dan mengatasi praktik illegal fishing di Laut Natuna. Konteks regionalnya adalah klaim overlapping dan aktivitas ilegal oleh kapal asing yang mengancam sumber daya dan sovereignty Indonesia. Dinamika aktor menunjukkan Indonesia menggunakan ASEAN sebagai platform untuk membangun consensus tentang maritime security, juga melakukan patroli dan cooperation bilateral dengan negara seperti Australia dan Amerika Serikat untuk meningkatkan surveillance. Diplomasi ini juga terkait dengan upaya Indonesia untuk mempromosikan UNCLOS sebagai hukum universal. Analisis implikasi geopolitik adalah bahwa postur aktif Indonesia membantu memperkuat 'ASEAN Centrality' dalam isu maritim dan memberikan contoh bagaimana negara mid-power dapat menggunakan hukum internasional dan cooperation untuk menjaga kepentingan tanpa escalating conflict secara militer. Kepentingan strategis Indonesia jelas dalam menjaga kedaulatan dan sumber daya ekonomi di laut, yang juga menjadi basis untuk posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Langkah ini perlu terus diikuti dengan penguatan kapabilitas coast guard dan diplomatic outreach.
Entitas yang disebut
Organisasi: ASEAN, UNCLOS
Lokasi: Indonesia, Laut Natuna, Australia, Amerika Serikat