Teknologi

Rivalitas Teknologi AS-China di Asia Tenggara: Investasi 5G dan Pusat Data sebagai Medan Perang Baru

09 Juni 2026 Asia Tenggara, Indonesia, Amerika Serikat, China 13 views
Rivalitas Teknologi AS-China di Asia Tenggara: Investasi 5G dan Pusat Data sebagai Medan Perang Baru
Pada kuartal kedua 2025, gelombang baru investasi teknologi AS dan China di Asia Tenggara semakin menunjukkan pola rivalitas yang terstruktur. China, melalui Huawei dan perusahaan negara lainnya, terus mendominasi penyediaan infrastruktur 5G dan pusat data komputasi awan di beberapa negara, termasuk Thailand dan Kamboja. Sementara itu, AS, melalui inisiatif seperti 'Digital Connectivity and Cybersecurity Partnership' (DCCP) dan kerja sama dengan perusahaan seperti Amazon Web Services dan Microsoft, menawarkan paket alternatif yang menekankan aspek keamanan, interoperabilitas dengan sistem Barat, dan tata kelola data. Persaingan ini bukan semata bisnis, melainkan perpanjangan dari persaingan geopolitik untuk membentuk standar teknologi global dan memengaruhi aliansi keamanan masa depan. Bagi Indonesia, yang sedang mengembangkan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan memperdalam transformasi digital, pilihan teknologi ini memiliki implikasi strategis mendalam. Bergantung pada satu ekosistem dapat menciptakan kerentanan keamanan dan ketergantungan politik. Analisis ini berargumen bahwa Indonesia perlu mengembangkan strategi teknologi nasional yang lebih jelas, mungkin dengan mendorong diversifikasi pemasok dan memperkuat kapasitas regulator untuk memastikan bahwa infrastruktur digitalnya tidak menjadi alat pengaruh kekuatan asing. Implikasi jangka panjangnya adalah terbentuknya 'blok digital' yang dapat memecah integrasi ekonomi dan keamanan regional.

Entitas yang disebut

Organisasi: Huawei, Amazon Web Services, Microsoft, Digital Connectivity and Cybersecurity Partnership

Lokasi: Amerika Serikat, China, Asia Tenggara, Thailand, Kamboja, Indonesia, Ibu Kota Nusantara