Sains

Perlombaan Senjata Hipersonik dan Pertanyaan Ulang tentang Deterensi Konvensional di Asia

07 Mei 2026 Asia 15 views
Perlombaan Senjata Hipersonik dan Pertanyaan Ulang tentang Deterensi Konvensional di Asia
Asia telah menjadi panggung utama perlombaan senjata hipersonik, dengan China, Rusia, Korea Utara, dan kini India serta Australia (dalam kerangka AUKUS) secara aktif mengembangkan atau mengakuisisi teknologi ini. Rudal hipersonik, yang dapat melaju di atas Mach 5 dengan manuver yang tidak terprediksi, berpotensi merusak paradigma deterensi dan pertahanan tradisional dengan mempersingkat waktu reaksi, menembus sistem pertahanan udara yang ada, dan meningkatkan risiko salah perhitungan (miscalculation) atau eskalasi konflik. Kemajuan China dalam teknologi ini, khususnya, dilihat sebagai pengubah permainan (game-changer) dalam keseimbangan kekuatan di Selat Taiwan dan Laut China Selatan. Bagi negara-negara ASEAN yang tidak memiliki kemampuan tersebut, perlombaan ini menciptakan lingkungan keamanan yang semakin kompleks dan asimetris, di mana gap teknologi dapat memperlebar ketimpangan kekuatan. Indonesia, sambil memodernisasi kekuatan pertahanannya, perlu secara kritis menilai implikasi strategis dari teknologi baru ini terhadap stabilitas kawasan, dan aktif mendorong dialog tentang pengendalian senjata dan pencegahan konflik di foro regional seperti ADMM-Plus, untuk mencegah Asia Tenggara menjadi arena tes atau proxy dari persaingan kemampuan hipersonik kekuatan besar.

Entitas yang disebut

Organisasi: AUKUS, ASEAN, ADMM-Plus

Lokasi: Asia, China, Rusia, Korea Utara, India, Australia, Selat Taiwan, Laut China Selatan, Indonesia, Asia Tenggara