Perspektif Global & Regional

Normalisasi Arab-Israel dan Fragilitas Keamanan Timur Tengah: Pembelajaran bagi Indonesia

09 Oktober 2026 Timur Tengah 2 views
Normalisasi Arab-Israel dan Fragilitas Keamanan Timur Tengah: Pembelajaran bagi Indonesia
Sejak Kesepakatan Abraham pada 2020, sejumlah negara Arab seperti UEA, Bahrein, Maroko, dan Sudan membangun hubungan formal dengan Israel. Langkah ini dianggap mampu mendorong integrasi ekonomi dan keamanan di Timur Tengah. Tetapi perang Gaza pasca-2023 menunjukkan bahwa normalisasi tanpa penyelesaian konflik Palestina tidak cukup untuk menciptakan perdamaian yang langgeng. Publik Arab sangat menyuarakan solidaritas terhadap Palestina. Arab Saudi, yang sebelumnya dalam pembicaraan normalisasi dengan Israel, menahan diri setelah perang Gaza dan mengaitkan normalisasi dengan pembentukan negara Palestina. Iran memanfaatkan ketidakpuasan untuk memperluas pengaruhnya melalui proksi. Sementara AS mencoba menengahi dengan visi keamanan terintegrasi, namun tanpa komitmen politik yang kuat, stabilitas kawasan tetap rapuh. Indonesia, yang secara konsisten mendukung perjuangan Palestina, perlu menyikapi dinamika ini dengan cerdas. Dalam jangka pendek, Indonesia dapat memainkan peran diplomasi kemanusiaan dan memperkuat komitmen terhadap solusi dua negara. Dalam jangka panjang, Indonesia perlu membedakan antara hubungan bilateral dan dukungan pada hak-hak bangsa Palestina, agar tidak kehilangan kepercayaan sebagai negara Muslim moderat yang berpengaruh.

Entitas yang disebut

Lokasi: Uni Emirat Arab, Bahrein, Maroko, Sudan, Israel, Timur Tengah, Gaza, Palestina, Arab Saudi, Iran, Amerika Serikat, Indonesia