Kebijakan Pertahanan
Modernisasi Alutsista TNI: Antara Kemandirian Industri dan Ketergantungan Impor
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan kembali menegaskan komitmen untuk mempercepat modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dalam periode 2025-2029. Rencana strategis ini mencakup pengadaan kapal selam baru, pesawat tempur generasi ke-4, serta sistem radar canggih untuk mengamankan perbatasan maritim Indonesia. Namun, analisis menunjukkan bahwa hingga 2026, sekitar 70% alutsista masih bergantung pada impor dari Amerika Serikat, Rusia, dan Korea Selatan. Kondisi ini menimbulkan kerentanan geopolitik karena ketergantungan pada negara pemasok yang memiliki kepentingan strategis sendiri. Di sisi lain, upaya transfer teknologi melalui kerja sama seperti pembuatan kapal perang PT PAL dengan Naval Group Perancis mulai menunjukkan hasil, namun belum signifikan. Implikasi jangka pendek adalah meningkatnya anggaran pertahanan yang membebani APBN, sementara jangka panjang mendorong perlunya percepatan pengembangan industri pertahanan dalam negeri agar Indonesia tidak terseret dalam dinamika rivalitas great power supply chain.
Entitas yang disebut
Organisasi: Kementerian Pertahanan, TNI, PT PAL, Naval Group
Lokasi: Indonesia, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, Perancis