Pangan/Energi

Krisis Pangan Global 2025-2026: Dampak Perubahan Iklim dan Konflik terhadap Ketahanan Nasional Indonesia

07 September 2026 Global 15 views
Krisis Pangan Global 2025-2026: Dampak Perubahan Iklim dan Konflik terhadap Ketahanan Nasional Indonesia
Laporan International Food Policy Research Institute (IFPRI) menganalisis krisis pangan global 2025-2026 sebagai 'badai sempurna' yang dipicu oleh tren perubahan iklim ekstrem (El Niño/La Niña berkepanjangan), konflik yang berlanjut di lumbung pangan dunia seperti Ukraina dan Afrika, serta tekanan ekonomi global. Kombinasi faktor ini menyebabkan gangguan pada produksi, ekspor, dan harga komoditas utama seperti gandum, jagung, dan minyak nabati. Krisis ini bersifat struktural dan menggarisbawahi kerentanan sistem pangan global yang sangat terinterkoneksi. Bagi Indonesia, yang masih mengimpor komoditas pangan tertentu (seperti gandum) dan rentan terhadap cuaca ekstrem, krisis global ini adalah panggilan untuk mempercepat realisasi kebijakan ketahanan pangan nasional yang lebih mandiri dan resilien. Implikasi geopolitiknya signifikan: ketergantungan pangan dapat menjadi alat tekanan politik. Oleh karena itu, diplomasi pangan Indonesia harus aktif di forum seperti ASEAN dan G20 untuk mendorong kerja sama stok pangan regional, diversifikasi sumber impor, dan investasi dalam pertanian berkelanjutan untuk mengurangi kerentanan strategis.

Entitas yang disebut

Organisasi: International Food Policy Research Institute (IFPRI), ASEAN, G20

Lokasi: Ukraina, Afrika, Indonesia