Kebijakan Pertahanan
Kemitraan Pertahanan Indonesia-Korea: Penguatan Industri Alutsista Nasional
Melanjutkan program kapal selam kelas Changbogo, Indonesia dan Korea Selatan menandatangani kontrak baru pada akhir Juni 2026 untuk pembangunan tiga kapal selam generasi terbaru yang melibatkan transfer teknologi dan produksi komponen di PT PAL Surabaya. Kesepakatan ini bukan sekadar akuisisi, melainkan upaya membangun kemandirian industri pertahanan sebagai bagian dari strategi minimum essential force (MEF) jangka panjang. Di kancah global, kemitraan ini menandai pergeseran Indonesia dari sekadar pembeli menjadi mitra produsen. Namun, dinamika geopolitik menyiratkan adanya perimbangan dengan Tiongkok yang berupaya memasarkan kapal selam jenis 039. Indonesia harus memastikan kesinambungan logistik dan pemeliharaan mengingat risiko sanksi dan alih teknologi yang tidak penuh. Implikasinya terhadap postur pertahanan Indonesia adalah peningkatan deterrence di Selat Malaka dan Laut Sulawesi, tetapi memerlukan komitmen anggaran jangka panjang dan pembinaan sumber daya manusia. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat rantai pasok regional dan menciptakan lapangan kerja, serta menjadi basis untuk ekspor produk pertahanan di kawasan, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pembangunan industri strategis.
Entitas yang disebut
Organisasi: PT PAL Surabaya, Kemitraan Pertahanan Indonesia-Korea
Lokasi: Indonesia, Korea Selatan, Surabaya, Tiongkok, Selat Malaka, Laut Sulawesi