Kebijakan Pertahanan
Kekuatan Lepas Pantai China di Laut China Selatan dan Dampaknya Terhadap Dinamika Indo-Pasifik
Laporan terbaru menunjukkan China terus memperkuat armada lepas pantainya di Laut China Selatan, bukan hanya dengan kapal penjaga pantai (China Coast Guard/CCG), tetapi juga dengan kapal milisi maritim dan armada penangkapan ikan yang beroperasi dengan pendanaan negara. Pembangunan ini merupakan bagian dari 'strategi tiga lapis' untuk mengonsolidasikan klaim teritorialnya. Aktivitas ini menciptakan 'kehadiran persisten' yang mempersulit respons diplomatik atau operasional negara-negara lain, termasuk anggota ASEAN seperti Indonesia di sekitar Natuna. Dinamika ini mengubah Laut China Selatan dari sekadar arena sengketa teritorial menjadi ruang bagi demonstrasi kekuatan dan pertarungan norma hukum laut internasional. Implikasi jangka panjangnya adalah normalisasi kehadiran koersif dan erosi prinsip kebebasan navigasi, yang menjadi dasar stabilitas ekonomi kawasan. Bagi Indonesia, peningkatan kekuatan lepas pantai China meningkatkan kompleksitas patroli dan penegakan hukum di ZEEI, mendorong kebutuhan modernisasi armada maritim sendiri dan diplomasi yang lebih lincah untuk menjaga kedaulatan dan hak-haknya di perairan Natuna.
Entitas yang disebut
Organisasi: China Coast Guard, ASEAN, Indonesia
Lokasi: China, Laut China Selatan, Indonesia, Natuna, Indo-Pasifik