Teknologi

Kecerdasan Artifisial dalam Doktrin Militer: Perlombaan yang Mengubah Pertahanan Global

09 Oktober 2026 Global 2 views
Kecerdasan Artifisial dalam Doktrin Militer: Perlombaan yang Mengubah Pertahanan Global
Kecerdasan artifisial (AI) tidak lagi sekadar teknologi komersial, tetapi telah menjadi komponen inti strategi pertahanan negara-negara besar. Sistem AI digunakan untuk intelijen, analisis citra satelit, peperangan elektronik, dan dalam pengembangan senjata otonom. Kemajuan ini menghadirkan dilema karena AI dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan operasi militer, sekaligus menimbulkan risiko eskalasi yang tidak terkendali. Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia berkompetisi sengit dalam riset dan penerapan AI militer. Persaingan ini memicu kekhawatiran tentang pengembangan lethal autonomous weapons yang dapat beroperasi tanpa kontrol manusia. Organisasi internasional dan kelompok masyarakat sipil mendorong regulasi, tetapi sampai saat ini belum ada kesepakatan mengikat. Indonesia masih tertinggal dalam penguasaan AI dan keamanan siber. Padahal, digitalisasi layanan publik dan militer meningkatkan kerentanan terhadap serangan siber. Jangka pendek, Indonesia perlu membangun literasi digital dan kerangka keamanan siber yang kokoh. Jangka panjang, penguasaan AI menjadi penentu kemandirian teknologi pertahanan; oleh karena itu, Indonesia harus menggandeng mitra yang bersedia berbagi pengetahuan tanpa syarat politik yang mengikat.

Entitas yang disebut

Lokasi: Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Indonesia