Kebijakan Pertahanan

Kebutuhan Pertahanan Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global: Perspektif dari Dalam Negeri

06 Juli 2026 Indonesia 11 views
Kebutuhan Pertahanan Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global: Perspektif dari Dalam Negeri
Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Daerah yang juga mantan panglima Kostrad, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengenai kebutuhan Indonesia akan pertahanan yang semakin tangguh mencerminkan kesadaran elite nasional akan lingkungan strategis yang memburuk. Ia menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian geopolitik global, meningkatnya konflik internasional, dan munculnya ancaman keamanan baru, Indonesia membutuhkan kekuatan pertahanan yang profesional, modern, adaptif, dan memiliki daya tangkal tinggi. Pernyataan ini selaras dengan peluncuran doktrin baru TNI 'Perisai Trisula Nusantara' dan menegaskan bahwa isu pertahanan tetap menjadi prioritas utama dalam wacana kebijakan publik. Konteks regional Indo-Pasifik saat ini ditandai dengan peningkatan aktivitas militer, sengketa teritorial di Laut China Selatan, dan persaingan teknologi pertahanan antara kekuatan besar. Dalam dinamika ini, peran komando strategis seperti Kostrad menjadi krusial bukan hanya untuk pertahanan teritorial, tetapi juga sebagai komponen dari daya tangkal yang terintegrasi. Modernisasi dan peningkatan profesionalisme TNI menjadi prasyarat agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi memiliki kapasitas untuk menjamin kedaulatan dan keamanan di wilayahnya yang sangat strategis. Implikasi dari seruan ini bersifat kebijakan dan anggaran. Pertama, ia memberikan legitimasi politik dalam negeri untuk terus mengalokasikan sumber daya yang memadai bagi modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia TNI. Kedua, hal ini mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur dan pertahanan harus berjalan sinergis, mengingat infrastruktur kritis seperti pelabuhan, bandara, dan jaringan komunikasi juga merupakan aset strategis yang perlu dilindungi. Ketiga, dalam jangka panjang, postur pertahanan yang tangguh adalah fondasi untuk menjalankan diplomasi yang independen dan kredibel di kancah regional, karena kekuatan diplomasi sering kali bertumpu pada kapabilitas pertahanan yang kredibel di belakangnya.

Entitas yang disebut

Orang: Agus Harimurti Yudhoyono

Organisasi: TNI, Kostrad

Lokasi: Indonesia, Laut China Selatan, Indo-Pasifik