Kebijakan Pertahanan

Kebijakan Pertahanan Maritim Indonesia dalam Konteks Ketegangan Laut China Selatan

23 Mei 2026 Indonesia, Laut China Selatan, ASEAN, China 14 views
Kebijakan Pertahanan Maritim Indonesia dalam Konteks Ketegangan Laut China Selatan
Artikel Antara menganalisis respons kebijakan pertahanan maritim Indonesia terhadap meningkatnya ketegangan dan aktivitas militer di Laut China Selatan. Indonesia, meski tidak termasuk dalam klaim teritorial langsung yang paling panas, memiliki kepentingan strategis besar di perairan sekitar Kepulauan Natuna yang berbatasan dengan area klaim China. Peningkatan patroli dan penguatan kapabilitas Angkatan Laut, termasuk pengadaan kapal selam dan pesawat patroli maritim, menjadi prioritas. Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai bagian dari komitmen ASEAN untuk menjaga Laut China Selatan sebagai zona damai, stabil, dan bebas navigasi. Indonesia juga aktif dalam forum diplomasi seperti ASEAN Defence Ministers' Meeting (ADMM) untuk mendorong penyelesaian konflik berdasarkan hukum internasional, khususnya UNCLOS. Dinamika aktor melibatkan China dengan assertiveness militernya, negara-negara ASEAN dengan posisi berbeda, dan Amerika Serikat yang melakukan patroli kebebasan navigasi. Implikasi bagi Indonesia adalah kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara penguatan deterrence lokal dan komitmen diplomasi regional, serta mengelola hubungan dengan China yang juga merupakan partner ekonomi utama.