Perspektif Global & Regional

Kebangkitan Kelompok Bersenjata Non-Negara di Afrika: Ancaman terhadap Stabilitas Global dan Impor Komoditas Indonesia

26 September 2026 Afrika (Sahel, Afrika Tengah) 11 views
Kebangkitan Kelompok Bersenjata Non-Negara di Afrika: Ancaman terhadap Stabilitas Global dan Impor Komoditas Indonesia
Wilayah Sahel di Afrika Barat dan Afrika Tengah mengalami peningkatan aktivitas kelompok bersenjata non-negara yang terafiliasi dengan Al-Qaeda dan ISIS sepanjang 2025. Kegagalan kudeta militer di beberapa negara dan penarikan pasukan keamanan internasional telah menciptakan vacuum of power yang dimanfaatkan kelompok ini untuk memperluas pengaruh teritorial dan perdagangan ilegal. Konflik ini telah menyebabkan krisis kemanusiaan besar-besaran dan mengganggu rantai pasok komoditas global, terutama bijih mineral seperti nikel, kobalt, dan uranium yang kritis bagi industri teknologi hijau dan pertahanan. Aktor utama di kawasan ini sangat kompleks. Selain kelompok jihadis, terdapat milisi etnis, pasukan pemerintah, dan pasukan keamanan internasional seperti pasukan Prancis (meski berkurang) dan misi PBB (MINUSMA). Keterlibatan kekuatan eksternal seperti Rusia melalui Wagner Group telah mengubah kalkulasi kekuatan, memberikan dukungan militer kepada junta militer sebagai imbalan akses terhadap sumber daya alam. China, sebagai investor infrastruktur dan pertambangan terbesar di Afrika, memilih pendekatan pragmatis dengan bernegosiasi secara langsung dengan kelompok penguasa de facto untuk melindungi asetnya, terkadang mengabaikan isu hak asasi manusia. Bagi Indonesia, ketidakstabilan di Afrika memiliki implikasi langsung dan tidak langsung. Secara langsung, gangguan pada pasokan kobalt dan nikel dapat mempengaruhi program pengembangan baterai kendaraan listrik nasional, yang merupakan bagian dari strategi transisi energi. Secara tidak langsung, konflik ini dapat menjadi inkubator bagi radikalisme transnasional yang berpotensi menyebar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dalam jangka pendek, Indonesia perlu mendiversifikasi sumber impor komoditas kritis dan memperkuat pengawasan perbatasan terhadap arus dana dan orang yang terkait dengan jaringan terorisme global. Jangka panjang, Indonesia harus memainkan peran yang lebih aktif dalam forum-forum multilateral seperti PBB dan Gerakan Non-Blok untuk mendorong penyelesaian konflik yang inklusif dan berbasis komunitas lokal, serta mengembangkan kerja sama teknis keamanan dengan negara-negara Afrika yang stabil untuk membangun ketahanan regional. Kegagalan untuk terlibat secara strategis akan membuat Indonesia semakin rentan terhadap gejolak pasokan komoditas dan ancaman keamanan non-tradisional.

Entitas yang disebut

Organisasi: Al-Qaeda, ISIS, MINUSMA, Wagner Group

Lokasi: Sahel, Afrika Barat, Afrika Tengah, Afrika, Indonesia, Asia Tenggara, Prancis, China, Rusia