Geo-Ekonomi

Kebangkitan BRICS+ dan Tantangan terhadap Hegemoni Mata Uang Barat: Perspektif dari Indonesia

04 April 2026 Global (BRICS negara-negara), Indonesia
Kebangkitan BRICS+ dan Tantangan terhadap Hegemoni Mata Uang Barat: Perspektif dari Indonesia
Al Jazeera melaporkan perkembangan terkini dari kelompok BRICS yang telah bertambah banyak anggotanya (BRICS+), dengan fokus pada upaya kolektif untuk mengurangi ketergantungan pada sistem finansial yang didominasi dolar AS. Inisiatif seperti penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral dan pengembangan platform pembayaran alternatif semakin digalakkan. Fenomena ini merefleksikan pergeseran geopolitik ekonomi yang lebih luas, di mana negara-negara berkembang (Global South) mencari ruang otonomi yang lebih besar dari struktur ekonomi Barat pasca-Perang Dingin. Bagi Indonesia, yang memiliki hubungan ekonomi dengan seluruh anggota BRICS+ (termasuk Tiongkok, India, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab), dinamika ini menawarkan peluang dan tantangan. Di satu sisi, ini membuka opsi diversifikasi dalam transaksi perdagangan dan investasi, serta potensi peningkatan peran dalam tata kelola ekonomi global. Di sisi lain, Indonesia harus menghadapi risiko terbelah (caught in the middle) antara sistem tradisional Barat dan sistem alternatif yang sedang berkembang, terutama jika persaingan antara kedua sistem semakin mengeras. Keputusan strategis Indonesia akan menguji prinsip 'bebas-aktif' dalam ranah ekonomi, menuntut kecermatan untuk tidak terjebak dalam aliansi ekonomi eksklusif yang justru dapat membatasi ruang geraknya.

Entitas yang disebut

Organisasi: BRICS, Al Jazeera

Lokasi: Indonesia, Tiongkok, India, Arab Saudi, Uni Emirat Arab