Kebijakan Pertahanan
Diplomasi Pertahanan di Papua: Menangkal Narasi Asing dan Memperkuat Kedaulatan
Sepanjang 2025, isu Papua kembali menjadi perhatian internasional setelah laporan lembaga swadaya masyarakat asing mengenai dugaan pelanggaran HAM oleh aparat keamanan Indonesia di Papua. Pemerintah Indonesia merespons dengan strategi diplomasi pertahanan yang lebih agresif: membuka akses terbatas kepada media asing dan diplomat ke wilayah tertentu untuk menunjukkan kemajuan pembangunan, serta meningkatkan latihan militer bersama dengan Australia (Exercise Alpha) dan Papua New Guinea untuk menunjukkan kontrol keamanan. Melalui kerja sama pertahanan dengan Australia, Indonesia berhasil menutup celah bagi gerakan separatis untuk mendapatkan dukungan dari Pasifik. Namun, kritik dari aktivis HAM tetap mengalir. Posisi Indonesia di forum multilateral seperti PBB dan OKI terus dipantau. Jangka pendek, fokus Indonesia adalah mengurangi ruang gerak kelompok separatis bersenjata melalui operasi intelijen dan teritorial. Jangka panjang, pembangunan ekonomi yang inklusif dan transparan di Papua adalah kunci untuk meredam sumber konflik. Dari segi strategis, Indonesia harus mampu meyakinkan komunitas internasional bahwa Papua adalah urusan domestik yang legitimate dan pemerintah mampu menjamin HAM serta pembangunan yang setara.
Entitas yang disebut
Organisasi: Pemerintah Indonesia, PBB, OKI
Lokasi: Papua, Indonesia, Australia, Papua New Guinea, Pasifik