Kebijakan Pertahanan

AUKUS Tahap Kedua: Kapal Selam Nuklir Australia dan Dampaknya pada Keseimbangan Kekuatan Indo-Pasifik

07 Oktober 2026 Australia, Indo-Pasifik 4 views
AUKUS Tahap Kedua: Kapal Selam Nuklir Australia dan Dampaknya pada Keseimbangan Kekuatan Indo-Pasifik
Pada Agustus 2026, AUKUS mengumumkan rencana pembangunan tiga kapal selam bertenaga nuklir pertama untuk Australia, dengan target operasional awal pada 2030-an. Program ini merupakan bagian dari kesepakatan trilateral AS-UK-Australia yang telah menuai reaksi beragam di kawasan. Bagi Indonesia, kehadiran kapal selam nuklir di lingkungan geografis dekat secara langsung memicu pertanyaan tentang keamanan maritim. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan menyatakan perlunya dialog strategis dengan Australia guna memastikan transparansi dan tidak adanya eskalasi militer di Selat Lombok dan perairan sekitar. Analis hubungan internasional menilai bahwa AUKUS mempercepat pergeseran aliansi di Indo-Pasifik, memaksa negara seperti Indonesia untuk memperkuat 'middle power diplomacy' melalui ASEAN dan forum multilateral lain. Dalam jangka pendek, eksistensi AUKUS mendorong peningkatan kerja sama pertahanan Indonesia dengan Jepang dan Korea Selatan, terutama dalam teknologi non-nuklir. Jangka panjangnya, Indonesia dihadapkan pada dilema menjaga hubungan baik dengan Australia sebagai tetangga sekaligus mitra strategis AS, di tengah tekanan Cina yang menolak keras kehadiran militer asing di kawasan. Dampak lain adalah potensi migrasi aliansi pertahanan tradisional, di mana Indonesia mulai menyeimbangkan kemitraannya dengan negara-negara besar tanpa harus bergabung dalam blok tertentu.

Entitas yang disebut

Organisasi: AUKUS, Kementerian Pertahanan, ASEAN

Lokasi: Amerika Serikat, Inggris, Australia, Indonesia, Selat Lombok, Indo-Pasifik, Jepang, Korea Selatan, Cina