Geo-Politik

ASEAN Outlook on the Indo-Pacific: Ujian Implementasi dan Relevansi di Tengah Gelombang Proteksionisme

09 Agustus 2026 Asia Tenggara, Kawasan Indo-Pasifik 12 views
ASEAN Outlook on the Indo-Pacific: Ujian Implementasi dan Relevansi di Tengah Gelombang Proteksionisme
Setelah enam tahun sejak adopsinya, dokumen ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) kembali menjadi sorotan dalam berbagai forum multilateral. AOIP yang mengedepankan prinsip keterbukaan, transparansi, inklusivitas, serta pendekatan berbasis ASEAN sebagai kawasan sentris, menghadapi tantangan implementasi konkret. Di tengah meningkatnya rivalitas Amerika Serikat-China, proteksionisme ekonomi, dan fragmentasi global, kapasitas AOIP untuk memfasilitasi kerja sama di bidang maritim, konektivitas, dan ekonomi menjadi ujian riil. Dinamika aktor utama seperti Quad (AS, Jepang, India, Australia) dan AUKUS (AS, Inggris, Australia) yang meskipun dinyatakan 'mendukung' AOIP, tetap membawa logika aliansi eksklusif berbasis keamanan, menciptakan ketegangan konseptual terhadap visi inklusif ASEAN. Implikasi bagi Indonesia, sebagai salah satu penggagas utama AOIP, sangat signifikan. Diplomasi Jakarta dituntut untuk tidak hanya mempromosikan AOIP sebagai narasi, tetapi juga mendorong proyek-proyek kerja sama konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh negara anggota dan mitra wicara, sehingga menjaga relevansi ASEAN di tengah arus geopolitik yang semakin kompleks. Kegagalan mengoperasionalkan AOIP dapat melemahkan posisi Indonesia dan ASEAN sebagai kekuatan penyeimbang, serta meminggirkan mereka menjadi penonton dalam lanskap strategis Indo-Pasifik yang ditentukan oleh kekuatan-kekuatan besar.

Entitas yang disebut

Organisasi: ASEAN, Quad, AUKUS

Lokasi: Amerika Serikat, China, Jepang, India, Australia, Inggris, Indonesia, Jakarta, Indo-Pasifik