Geo-Politik
Analisis: Kebijakan Indo-Pacific AS di Bawah Kepemimpinan Baru dan Dampaknya pada ASEAN Sentralitas
Laporan CSIS menyoroti evaluasi dan potensi pergeseran kebijakan Indo-Pacific Amerika Serikat di bawah kepemimpinan administrasi baru (pasca-pemilu 2024). Analisis mengidentifikasi tekanan internal di AS yang dapat memengaruhi konsistensi komitmennya di kawasan, seperti fokus pada persaingan dengan Tiongkok dan kebutuhan alokasi sumber daya untuk konflik lain (Ukraina, Timur Tengah). Dinamika ini menguji ketahanan konsep 'ASEAN Sentralitas', di mana negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, berusaha mempertahankan posisi sebagai poros utama arsitektur kawasan di tengah tarik-menarik kekuatan besar. Implikasi bagi Indonesia cukup signifikan. Ketidakpastian komitmen AS dapat mempercepat proses 'hedging' regional, memaksa Jakarta untuk lebih aktif memperdalam diplomasi intra-ASEAN dan membangun kemitraan dengan middle powers lainnya seperti Korea Selatan, India, dan Australia. Dalam jangka panjang, ini mungkin mendorong ASEAN—di bawah kepemimpinan Indonesia—untuk lebih serius mengembangkan mekanisme keamanan dan ekonomi yang lebih mandiri, mengurangi ketergantungan pada jaminan kekuatan ekstra-regional.
Entitas yang disebut
Organisasi: CSIS, ASEAN
Lokasi: Amerika Serikat, Tiongkok, Ukraina, Timur Tengah, Indonesia, Asia Tenggara, Korea Selatan, India, Australia